WELCOME TO LASKAR BINTANG'S BLOG

Rabu, 08 Desember 2010

I. Unsur Logam Alkali dan Logam Alkali Tanah

Alkali dan Alkali Tanah merupakan unsure logam yang sangat reaktif. Logam alkali adalah logam golongan IA yang terdiri dari Litium (Li), Natrium (Na), Kalium (K), Rubidium (Rb), Sesium (Cs) dan Fransium (Fr). Sedangkan logam alkali yang golongan IIA terdiri dari Berilium (Be), Magnesium (Mg), Kalsium (Ca), Stronsium (Sr), Barium (Ba) dan Radium (Ra). Fransium dan Radium kadang tidak di anggap sebagai alkali atau alkali tanah karena sifat radioaktif yang dimillikinya.

II. Kelimpahan Unsur

· Logam Alkali

Karena logam alkali bersifat reaktif, di alam logam alkali selalu ditemukan dalam bentuk senyawa, tidak pernah sebagai unsur bebas.

-Natrium

Natrium di Alam terdapat dalam bentuk Nacl pada air laut, juga pada garam batu, sebagai kriolit ( sebagai soda , Sebagai mineral garam batu (NaCl), air laut ( kadar NaCl diperkirakan 3,5%), sendawa chili (Na dan triona ( . Dalam kerak bumi ditemukan sekitar 2,8 %.

-Kalium

Pada kerak bumi kalium biasanya hanya terdapat 0,0078%. Kalium sebagai KCl pada biji siluit karnalat ( KCl, dan sebagai Veldzpaat (

-Litium, Rubidium, Cesium.

Ketiga unsur ini hanya sedikit skelai terdapat di alam sebagai alumo sikalat. Litium dalam bentuk spodume, , suatu mineral alumo sikalat yang terdapat di beberapa belahan bumi. Rubidium terdapat dalam bentuk lepidolit sedangkan cesium terdapat dalam bentuk Polusit (. Kelimpahannya di alam masing- masing adalah 0,0018% (litium), 0,0078%(rubidium, dan 0,00038% (sesium).

-Fransium

Fransium sangat jarang ditemukan kaena sifatnya yang Radioaktif.

· Logam Alkali Tanah

Logam alkali tanah memilii sifat yang reaktif sehingga di alam hanya ditemukan dalam bentuk senyawanya. Berikut keberadaan senyawa yang mengandung logam alkali :

-Berilium.

Berilium tidak begitu banyak terdapat di kerak bumi, bahkan hampir bisa dikatakan tidak ada. Sedangkan di alam berilium dapat bersenyawa menjadi Mineral beril [Be3Al2(SiO 6)3], dan Krisoberil [Al2BeO4].

-Magnesium.

Magnesium berperingkat nomor 7 terbanyak yang terdapat di kerak bumi, dengan 1,9% keberadaannya. Di alam magnesium bisa bersenyawa menjadi Magnesium Klorida [MgCl2], Senyawa Karbonat [MgCO3], Dolomit [MgCa(CO3)2], dan Senyawa Epsomit [MgSO4.7H2O]

-Kalsium.

Kalsium adalah logam alkali yang paling banyak terdapat di kerak bumi. Bahkan kalsium menjadi nomor 5 terbanyak yang terdapat di kerak bumi, dengan 3,4% keberadaanya. Di alam kalsium dapat membentuk senyawa karbonat [CaCO3], Senyawa Fospat [CaPO4], Senyawa Sulfat [CaSO4], Senyawa Fourida [CaF]

-Stronsium.

Stronsium berada di kerak bumi dengan jumlah 0,03%. Di alam strontium dapat membuntuk senyawa Mineral Selesit [SrSO4], dan Strontianit

-Barium.

Barium berada di kerak bumi sebanyak 0,04%. Di alam barium dapat membentuk senyawa : Mineral Baritin [BaSO4], dan Mineral Witerit [BaCO3]

III. Sifat kimia

· Alkali

Logam alkali merupakan logam alkali yang paling reaktif. Semakin reaktif logam, semain mudah logam itu melepaskan electron, sehingga energy ionisasi alkali cenderung rendah. Logam alkali memiliki energy ionisasi yang semakinrendah dari atas ke bawah. Sehingga kereaktifan logam alkali semakin meningkat dari atas ke bawah. Hamper semua senyawa logam alkali bersifat ionic dan mudah larut dalam air.

· Alkali tanah

Kereaktifan logam alakali tanah meningkat dari berilium ke barium. Karena dari berilium ke barium jari-jari atom bertambah beasr, energy ionisasi serta keelktronegatifan berkurang. Akibatnya, kecenderungan untuk melepas electron dan membentuk senyawa ion kuat semakin kuat.

Alkali tanah kurang reaktif bila dibandingkan dengan alkali. Hal ini disebabkan karena jari-jari atom alkali tanah lebih kecil, sehingga energy pengionannya semakin besar. Alkali tanah memiliki electron valensi 2, sehingga kurang reaktif bila dibandingkan dengan alkali bervalensi 1.

IV. Sifat fisika

· Logam Alkali

Sifat fisis logam alkali cenderung berurutan. Dari atas ke bawah, jari-jari atom dan masa jenis bertambah, sedangkan titik leleh dan didih berkurang. Sementara itu, energi pengionan dan keelektronegatifan berkurang. Potensial electrode dari atas ke bawah cenderung bertambah, kecuali Litium (Li) yang mempunyai potensial elektroda paling besar.

· Logam Alkali Tanah

Dari berilium ke Barium, jari-jari atom meningkat secara berurutan. Penambahan jari-jari menyebabkan trunnya energy pengionan dan keelektronegatifan. Potensial electrode juga meningkat dari kalsium ke Barium. Akan tetapi, Berilium menunjukkan penyimpangan Karen potensial elektrodenya relative kecil. Titik leleh dan titik didih cenderung menurun dari atas ke bawah. Sifat-sifat fisis lebih jika debandingkan dengan logam alkali. Hal ini disebabkan karena logam alkali tanah mempunyai 2 elektron valensi, sehingga ikatan logamnya lebih kuat.

V. Kegunaan Logam Alkali

· Natrium digunakan untuk pembuatan Tetra Etil Lead yang bereaksi dengan Timbal, 4NaPb+4C2H5Cl (C2H5)+Pb+NaCl

· Natrium juga dapat digunakan sebagai penyedap bumbu makan (NaCl Garam Dapur)

· Dalam bidang industri Natrium digunakan sebagai pembuatan pulp dan kertas alumunium, serta digunakan dalam pembuatan softener dan detergen

· Litium (Li) digunakan dalam bentuk senyawa seperti C12CO3 (Produksi Alumunium, pembuatan LiOH), dan produksi sabun Litium untuk pelumas (LiOH)

· Kalium (K) juga digunakan dalam bentuk senyawanya seperti KCl (pembuatan pupuk), KOH (pabrik sabun lunak), serta K2CO3 (pabrik gelas)

· Rb dan Cs belum diketahui kegunaannya

· Fr bersifat Radioaktif dan digunakan dalam proses keradioaktifan

VI. Kegunaan Logam Alkali Tanah

· Berilium digunakan sebagai logam paduan dengan tembaga untuk membuat pegas yang tahan karat, serta dapat digunakan untuk moderator neutron sehingga sering digunakan sebagai reaktor nuklir dan senjata nuklir

· Magnesium (Mg) bersama dengan Al digunakan untuk paduan logam Magnalium, yakni sebagai bahan kerangka (chassis) pesawat terbang, serta warna nyala pada Mg ketika logam tersebut terbakar digunakan sebagai lampu kilat fotografi. Selain itu, Magnesia (MgO) digunakan sebagai batu tahan api atau isolator dari pipa-pipa uap. Susu Magnesia [Mg(OH)2] untuk obat asam lambung atau mag

· Barium Hidroksida [Ba(OH)2] untuk menguji adanya gas CO2, Barium Sulfat (BaSO4) digunakan untuk bahan pengisi karet dan bahan cat warna putih dan juga bahan pengisi kertas agar tinta tak merembes

· Kalsium Karbonat (CaCO3) digunakan dalam industri besi dan baja, industri gelas dan pembuatan semen. Kalsium Klorida (CaCl2) sebbagai zat pengering. Kalsium Sulfat (CaSO4.2H2O) dikenal sebagai gips digunakan untuk membalut tulang yang patah dan membuat pupuk ammonium fosfat

· Kegunaan kalsium lainnya adalah sebagai scavanger untuk mengeluarkan pengotor dalam bahan

· Radium bersifat radioaktif sehingga digunakan dalam proses keradioaktifan

VII. Dampak Unsur

Hampir semua logam alkali dan alkali tanah berguna bagi manusia, jika digunakan secara baik dan benar dan tidak berlebihan. Jika logam golongan alkalin dan alkali tanah digunakan secara berlebihan akan berdampak negative pada mansia.

Hanya Fr (fransium) dan Rd (radium) yang mempunyai dampak negative. Karena kedua unsure ini mempunyai sifat radio aktif.

VIII. Pengolahan Unsur

a. Metode Elektrolisis

Logam Li dan Na adalah reduktor kuat sehingga tidak mungkin diperoleh dengan mereduksi oksidanya. Oleh karena itu logam-logam ini diperoleh dengan cara elektrolisis.

Elektrolisis Li

Sumber logam Li adalah spodumene [LiAl(SO)3]. Spodumene dipanaskan pada suhu 100oC, lalu dicampur dengan H2SO4 panas, dan dilarutkan ke air untuk memperoleh larutan Li2SO4. kemudian, Li2SO4 direksikan dengan Na2CO3 membentuk Li2CO3 yang sukar larut.

Li­­­2SO4 + Na2CO3 –> Li­­­2CO3 + Na2SO4

Setelah itu, Li2CO3 direaksikan dengan HCl untuk membentuk LiCl.

Li­­­2CO3 + 2HCl –> 2LiCl + H2O + CO2

Li dapat diperoleh dari elektrolisis lelehan LiCl.

Katoda : Li+ + e- –> Li

Anoda : 2Cl- ? Cl2 + 2e-

Karena titik leleh LiCl tinggi (>600oC), biaya elektrolisis menjadi mahal. Namun, biaya dapat ditekan dengan cara menambahkan KCl (55% LiCl dan 45% KCl) yang dapat menurunkan titik leleh menjadi 430oC.

Elektrolisis Natrium

Sumber utama logam natrium adalah garam batu dan air laut. Na hanya dapat diperoleh dari elektrolisis lelehan NaCl.

Katoda : Na+ + e- –> Na

Anoda : 2Cl- –> Cl2 + 2e-

a. Metode reduksi

Untuk mendapatkan logam K, Rb, dan Cs dilakukan metode reduksi sebab jika dengan metode elektrolisis logam ini cenderung larut dalam larutan garamnya.

Reduksi K

Sumber utama logam K adalah silvit (KCl). Logam ini didapatkan dengan mereduksi lelehan KCl.

Na + KCl –> K + NaCl

Reaksi ini berada dalam kesetimbangan karena K mudah menguap maka K dapat dikeluarkan dari sistem. Dan kesetimbangan akan tergeser ke kanan untuk memproduksi K. Untuk reduksi Rb dan Cs prosesnya sama dengan proses reduksi K.

PROSES EKSTRAKSI LOGAM ALKALI TANAH

Ekstraksi adalah pemisahan suatu unsur dari suatu senyawa. Logam alkali tanah dapat di ekstraksi dari senyawanya. Untuk mengekstraksinya kita dapat menggunakan dua cara, yaitu metode reduksi dan metode elektrolisis.

Ekstraksi Berilium (Be)

Metode reduksi

Untuk mendapatkan Berilium, bisa didapatkan dengan mereduksi BeF2. Sebelum mendapatkan BeF2, kita harus memanaskan beril [Be3Al2(SiO6)3] dengan Na2SiF­6 hingga 700 0C. Karena beril adalah sumber utama berilium.

BeF­2 + Mg –> MgF2 + Be

Metode Elektrolisis

Untuk mendapatkan berilium juga kita dapat mengekstraksi dari lelehan BeCl2 yang telah ditambah NaCl. Karena BeCl­2 tidak dapat mengahantarkan listrik dengan baik, sehingga ditambahkan NaCl. Reaksi yang terjadi adalah :

Katoda : Be2+ + 2e- –> Be

Anode : 2Cl- à Cl2 + 2e-

Ekstraksi Magnesium (Mg)

Metode Reduksi

Untuk mendapatkan magnesium kita dapat mengekstraksinya dari dolomit [MgCa(CO3)2] karena dolomite merupakan salah satu sumber yang dapat menhasilkan magnesium. Dolomite dipanaskan sehingga terbentuk MgO.CaO. lalu MgO.CaO. dipanaskan dengan FeSi sehingga menhasilkan Mg.

2[ MgO.CaO] + FeSi –> 2Mg + Ca2SiO4 + Fe

Metode Elektrolisis

Selain dengan ekstraksi dolomite magnesium juga bisa didapatkan dengan mereaksikan air alut dengan CaO. Reaksi yang terjadi :

CaO + H2O –> Ca2+ + 2OH-

Mg2+ + 2OH- –> Mg(OH)2

Selanjutnya Mg(OH)2 direaksikan dengan HCl Untuk membentuk MgCl2

Mg(OH)2 + 2HCl –> MgCl2 + 2H2O

Setelah mendapatkan lelehan MgCl2 kita dapat mengelektrolisisnya untuk mendapatkan magnesium

Katode : Mg2+ + 2e- à Mg

Anode : 2Cl- –> Cl2 + 2e-

Ekstraksi Kalsium (Ca)

Metode Elektrolisis

Batu kapur (CaCO3) adalah sumber utama untuk mendapatkan kalsium (Ca). Untuk mendapatkan kalsium, kita dapat mereaksikan CaCO3 dengan HCl agar terbentuk senyawa CaCl2. Reaksi yang terjadi :

CaCO3 + 2HCl –> CaCl2 + H2O + CO2

Setelah mendapatkan CaCl2, kita dapat mengelektrolisisnya agar mendapatkan kalsium (Ca). Reaksi yang terjadi :

Katoda ; Ca2+ + 2e- –> Ca

Anoda ; 2Cl- –> Cl2 + 2e-

Metode Reduksi

Logam kalsium (Ca) juga dapat dihasilkan dengan mereduksi CaO oleh Al atau dengan mereduksi CaCl2­ oleh Na. Reduksi CaO oleh Al

6CaO + 2Al –> 3 Ca + Ca3Al2O6

Reduksi CaCl2 oleh Na

CaCl2 + 2 Na –> Ca + 2NaCl

Ekstraksi Strontium (Sr)

Metode Elektrolisis

Untuk mendapatkan Strontium (Sr), Kita bisa mendapatkannya dengan elektrolisis lelehan SrCl. Lelehan SrCl2 bisa didapatkan dari senyawa selesit [SrSO4]. Karena Senyawa selesit merupakan sumber utama Strontium (Sr). Reaksi yang terjadi ;

katode ; Sr2+ +2e- –> Sr

anoda ; 2Cl- –> Cl2 + 2e-

Ekstraksi Barium (Ba)

Metode Elektrolisis

Barit (BaSO4) adalah sumber utama untuk memperoleh Barium (Ba). Setelah diproses menjadi BaCl2 barium bisa diperoleh dari elektrolisis lelehan BaCl2. Reaksi yang terjadi :

katode ; Ba2+ +2e- –> Ba

anoda ; 2Cl- –> Cl2 + 2e-

Metode Reduksi

Selain dengan elektrolisis, barium bisa kita peroleh dengan mereduksi BaO oleh Al. Reaksi yang terjadi :

6BaO + 2Al –> 3Ba + Ba3Al2O6.

Jumat, 20 Agustus 2010

HAL 32.

11. Pekerja wajib melaksanakan tugas dan pekerjaannya dengan penuh rasa tanggung jawab sesuai dengan ketentuan yang diatur oleh Pimpinan kerjanya.

12. Pekerja dilarang berada di tempat kerja yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaannya dan melakukan pekerjaan dan/atau menggunkan fasilitas perusahaan selain untuk kepentingan Perusahaan.

13. Pekerja wajib mengenakan perlengkapan keselamatan kerja yang diperlukan dalam menjalakan tugasnya serta tanda pengenal yang sah (ID Card).

14. Pekerja diwajibkan memelihara dengan sebaik-baiknya mesin-mesin, perlatan dan perlengkapan kerja dan inventaris lain milik Perusahaan.

15. Pekerja dilarang membawa barang milik Perusahaan tanpa dilengkapi surat jalan yang ditandatangani pejabat yang berwenang. Apabila hal itu diketemukan maka Perrusahaan berhak menyita barang tersebut dan melanjutkan proses tersebut kepada yang berwajib.

16. Pekerja wajib menjaga kebersihan dan kerpaihan lingkungan kerja dan lingkungan Perusahaan.

17. Pekerja dilarang membawa, mengedarkan, mengkonsumsi, barang-barang yang memabukkan/obat terlarang (psikotropika) yang dapat dibuktikan dengan pemeriksaan dokter.

18. Pekerja wajib memakai sepatu seragam dan dilarang berambut gondrong di lingkungan Perusahaan.

19. Pekerja wajib menjalani Pemeriksaan badan dan kendaraan yang dilakukan oleh security pada saat meninggalkan pekerjaan selama dalam batas kewajaran dan kesopanan.

20. Pekerja dilarang menerima tamu pribadi pada saat jam kerja kecuali atas seijin atasannya. Tamu pribadi dilarang memasuki area pabrik.

21. Pekerja dilarang makan, merokok pada saat jam kerja di area pabrik kecuali pada tempat yang ditentukan.

22. Pekerja dilarang memasuki area Pabrik diluar jam kerja kecuali dengan seijin atasan dan pejabat tertinggi yang bertugas di saat itu.

23. Pekerja dilarang membawa tas dan jaket kedalam area pabrik.

Sanksi

Sebagai salah satu upaya mendidik semua Pekerja, maka apabila ada salah seorang Pekerja melakukan pelanggaran tata tertib Perusahaan akan diberikan sanksi sesuai dengan berat atau ringannya pelanggaran yang dilakukan.

1. Tindakan kedisplinan terdiri dari :

a. Peringatan lisan

Dilakukan oleh atasan langsung atau pejabat yang berwenang dalam kasus kesalahan ringan yang masih dapat diperbaiki.

b. Peringatan Tertulis.

Didasarkan pada besar kecilnya kesalahan/pelanggaran dan terbagi atas :

Surat Peringatan

Permintaan oleh

Diberikan oleh

Masa Berlaku

Surat teguran

Dept/ bag yang bersangkutan

Dept/ bag yang bersangkutan

3 Bulan

SP I

Dept/ bag yang bersangkutan

Dept/ bag yang bersangkutan

6 Bulan

SP II

Dept/ bag yang bersangkutan

Dept/ bag yang bersangkutan

6 Bulan

SP III

Dept/ bag yang bersangkutan

HRD, Bagian yang bersangkutan, PUK (Biparti)

6 Bulan

2. Surat Teguran

a. Tidak memakai seragam/pakaian kerja dan perlengkapan safety yang telah ditentukan oleh Perusahaan.

b. Tidak memakai tanda pengenal di lingkungan perusahaan.

c. Membuang sampah di luar tempat yang telah ditentukan.

d. Bersikap tidak sopan dan menganggu ketenangan suasana (Termasuk mebuat suara gaduh) padawaktu jam kerja dan jam makan,

e. Tidak menjalankan tugas maupun instruksi kerja yang diberikan pimpinan dengan sebaik-baiknya.

f. Meninggalkan tempat kerja tanpa ijin pimpinan kerjanya.

g. Mendahului jam istirahat atau meninggalkan tempat kerja sebelum jam istirahat/ pulang.

h. Ngobrol yang tidak berhubungan pekerjaannya pada saat jam kerja,

i. Tidak berada di lokasi kerja yang telah ditentukan oleh atasannya.

j. Memakai pakaian kerja dengan cara yang tidak semestinya dan berambut gondrong dalam lokasi Perusahaan.

k. Tidak menempatkan kartu absent pada tempatnya.

l. Mencoret-coret pada tempat yang tidak seharusnya.

m. Datang terlambat lebih dari 3 (tiga) dalam 1(satu) bulan atu total 30 (tiga puluh) menit.

n. Dengan sengaja mengurangi efisiensi kerja yaitu memperlambat pekerjaan atau menganggu pekerjaan Pekerja lain.

o. Tidak cakap dalam melakukan pekerjaan meskipun telah mendapat bimbngan kerja yang cukup dan telah dicoba di beberapa tugas pekerjaan yang berbeda.

p. Tidak masuk selama 1 (satu) hari alpa tanpa keterangan.

Masa surat teguran adalah selama 3 (tiga) bulan.

3 Surat Peringatan Pertama

Surat peringatan pertama diberkan kepada Pekerja yang melakukan pelanggarandi bawah ini :

a. Melakukan pelanggaran terhadap [asal 42 ayat 2 sementara surat teguran masih berlaku.

b. Alpa selama 2(dua) hari berturut-turut atau 3(tiga) hari tdiak berturut-turut dalam 30 (tiga puluh) hari.

c. Berkata/bertingkah tidak sopam/menyinggung perasaan Pekerja lain.

d. Pulang lebih cepat dari yng ditentukan tanpa ijin pimpinan kerja.

e. Tidur pada saat jam kerja tanpa seijin pimpinan kerja.

f. Mengambil jatah makan (catering)/ mengurangi menu Pekerja lain.

g. Merokok di dalam area Perusahaan selain tempat yang diperbolehkan.

h. Mencatat kartu kehadiran orang lain.

i. Tidak melaporkan dan atau tidak melakukan tindakan atas kejadian yang sesuai dengan isi pasal 42.

j. Tidak menggunakan perlengkapan dan perlatan kerja yang sesuai dengan jenis pekerjaannya sebagaimana perinah atasan.

k. Melakukan tindakan pelanggaran yang bobotnya sama dengan pelanggaran seperti tersebut diatas setelah di muyawarahkan dengan Serikat Pekerja.

Surat Peringatan Pertama ini berlaku untuk masa 6 (enam) bulan.

4. Surat Peringatan Kedua

Surat Peringatan Kedua akan diberikan kepada pekerja yang

Melakukan pelanggaran dibawah ini :

a. Melakukan pelanggaran terhadap pasal 42 ayat 2 dan 3 sementara peringatan pertama masih berlaku.

b. Menghasut pekerja lain untuk melakukan tindakan-tindakan yang berkibat pelanggaran terhadap pasal 42 ayat 2 dan 3.

c. Alpa selama 3 (tiga) hari berturut-turut atau selama 4 (empat hari tidak berturut-turut dalam 30 hari.

d. Melalaikan tugas dan tanggung jawab sehingga menimbulkan kerusakan pada barang dan kerugian terhadap diri sendiri, orang lain atau Perusahaan.

e. Melakukan tindakan pelanggaran yang bobotnya sama dengan pelanggaran seperti tersebut diatas setelah di musyawarahkan dengan Serikat Pekerja.

Surat Peringatan Kedua berlaku untk masa enam bulan.

5. Surat Peringatan Ketiga

Surat perngatan ketiga ini akan diberikan kepada Pekerja yang

Melakukan pelanggaran di bawah ini :

a. Melakukan pelanggaran terhadap pasal 42 ayat 2,3 dan 4 sementaran surat peringatan kedua masih berlaku.

b. Menolak untuk melaksanakan perintah yang layak untuk dikerjakan dari pimpinan kerja tanpa alasan yang bias diterima walaupun telah diingatkan sebelumnya.

c. Alpa selama 4 (empat) hari berturut-turut atau lima hari tidak berturut-turut dalam 30 hari.

d. Menolak untuk melaksanakan mutasi/rotasi kerja yang ditetapkan Perusahaan tanpa alsan yang jelas.

e. Menolak untuk melaksanakan perintah yang layak dari pimpinan kerja/ Perusahaan dan wakil pimpinan tertinggi pada saat itu tanpa alasan yang dapat diterima walaupn telah diingatkan.

f. Merokok atau membuang puntung rokok di area dilarang merokok di dalam pabrik

g. Memanipulasi menyalah gunakan fasilitas pengobatan / perwatan.

h. Menghasut teman sekerja untuk melakukan pelanggaran terhadap pasal 42 ayat 5 a-e.

i. Melakukan tindakan pelanggaran seperti tersebut diatas setelah di musayawarahkan dengan Serikat Pekerja.

Surat Peringatan ketiga berlaku untuk masa 6 (enam) bulan)